a little story. . .
suatu hari seorang anak kuliahan di sebuah kota nun jauh di sana sedang mengalami patah hati. ia baru saja diputuskan pacarnya lantaran pacarnya tersebut punya cowok baru. lama ia termenung di pinggir jembatan layang. sejenak ia berpikir hendak bunuh diri karena ia begitu sayang dengan pacarnya tersebut dan merasa hidup tak berarti tanpa cewek tersebut.
saat hatinya telah mantap untuk terjun dari jembatan tersebut, ia dipanggil tukang sapu jalanan yang mau nyapu pinggiran jembatan. iseng-iseng ia tawarkan rokoknya. "ngga mas...makasih." jawab tukang sapu tadi. karena tidak mau diberi rokok, anak kuliahan tadi menawarkan nasi bungkusnya yang belum dimakan. "om, mau nasi sate ayam ga? saya dah kenyaaang nih.." pertamanya, si penyapu menolak. "yah...buat anak om kek? atau siapa gitu... dijamin enak en gak beracun, om! suer!"
. . sesaat mata penyapu jalan tadi berlinang...
"anak pertama saya meninggal waktu ia tawuran... anak kedua saya meninggal bunuh diri. . ." dan bapak penyapu jalan itu tersedu-sedu
what can we learn from this short story???
hidup tu berharga, jek! Tuhan kasi kita hidup bukan buat mati. tapi buat kebahagiaan kita n orang laen. ga usah ya, mentang-mentang anak emo terus punya semboyan 'hidup itu supaya bisa mati' . . . inget pepatah pujangga perancis aja " bukan diri kita yang membuat kita berarti, tapi pekerjaan kita", it means kita kudu nglakuin sesuatu buat membahagiakan orang lain.
ga usah menunggu kematian. . . kematian itu pasti datang, baik kamu undang ataupun kamu gak undang. kematian punya jam sendiri. kamu ngga usah minta mati juga oneday kamu pasti mati. oleh karena itu nikmatilah hidupmu dan jadikan hidupmu berarti selama kamu hidup.
smangat...!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar